Satu PDP di DIY Meninggal dalam Perjalanan Menuju Rumah Sakit

Image
sumber: akurat.co
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaporkan kabar terbaru terkait Virus Corona, Dilaporkan bahwa tiga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 meninggal dunia. Satu PDP meninggal dunia pada saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Identitas PDP yang meninggal pada sat perjalanan menuju rumah sakit dikatakan oleh Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih berjenis kelamin perempuan yang berusia 72 tahun. Sebelum meninggal diketahui sebeleumnya PDP tersebut pernah mendapatkan penanganan RSUD Kota Yogyakarta.

"(Pasien) alamat Wonogiri, hasil konfirm dengan RSUD Kota dan Dinkes Kota," kata Berty melalui keterangannya.

Namun, Berty belum memberikan keterangan lebih jauh soal kapan pasien ini mulai ditangani RSUD Kota Yogyakarta. Pun soal kapan tepatnya pasien tersebut meninggal.

PDP selanjutnya, Berty menambahkan, merupakan laki-laki warga Bantul berusia 58 tahun. Dia merupakan pasien RSUP Dr Sardjito rujukan dari RS Nur Hidayah, Bantul.

"Kasus kematian nomor 2 adalah laporan dari Dinkes Bantul yang kemarin dirujuk ke RSS (Sardjito) belum sempat diswab," kata Berty.

Sementara untuk PDP berikutnya, menurut Kabag Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan, dinyatakan meninggal Selasa (31/3/2020) malam saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Identitas pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki berumur 47 tahun.

"Meninggal DOA, Dead on Arrival. Jadi pasien itu meninggal dalam perjalan. Pasien ini belum kita lakukan pemeriksaan," kata Banu saat dihubungi.

Menurut Banu, pasien tersebut dalam perjalanannya menuju RSUP Dr Sardjito diangkut oleh ambulan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dari kediamannya. "Kemudian, di jalan DOA," lanjutnya.

Banu mengatakan, rumah sakitnya belum mengetahui kondisi terakhir pasien tersebut lantaran saat itu belum diambil tindakan medis. Namun, oleh Dinas Kesehatan Sleman, pasien tersebut telah ditetapkan sebagai PDP.

"Maka ketika di Sardjito itu kita rawat, kita rukti jenazahnya itu sesuai dengan PDP dengan APD lengkap dan sebagainya" terang Banu.

Diterangkannya, pasien tersebut langsung dikebumikan. Tanpa perlu memastikan positif atau negatif COVID-19 atau penyebab kematiannya. Sementara dari Dinas Kesehatan Sleman, menurutnya, juga tidak ada informasi menurut riwayat kesehatannya.


Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Bambang Soesatyo Memberikan Dukungannya Untuk Langkah SBY

Haris Hasanuddin Katakan Siap Bekerjasama Dengan Penyidik KPK

Direktur Utama Bank BNI Usung Obor Asian Games Sejauh 350 Meter