Pilot Air India Tuding Pihak Maskapai Abaikan Keselamatan Karena Beri APD Berkualitas Rendah

Image
sumber: akurat.co
Maskapai Air India menerima banyak apresiasi lantaran mengoperasikan pesawat mereka untuk penerbangan evakuasi bagi warga negara India yang terjebak di luar negeri selama pandemi virus corona (COVID-19). Air India sendiri telah sejak lama digunakan pemerintah untuk melakukan misi-misi di masa krisis.

Namun di tengah berita baik tersebut, terdengar tuduhan serius dari internal Air India terhadap maskapai terkait keselamatan kru dan penumpang. Executive Pilots Association selaku badan yang mewakili pilot senior jarak jauh Air India mengatakan bahwa para kru dibekali alat pelindung diri (APD) yang berkualitas jelek dan mudah robek.

Tudingan yang disampaikan lewat surat itu juga menyebut proses disinfeksi yang dilakukan terhadap pesawat Air India tidak sesuai standar.

"Ketidakcukupan ini menambah kemungkinan paparan virus dan kontaminasi peralatan dan bahkan dapat menyebabkan penularan virus COIVID-19 di kalangan kru, penumpang, dan masyarakat luas," kata surat yang ditujukan pada kementerian transportasi tersebut, dilansir dari laman BBC, Kamis (2/4).

Surat serupa juga ditulis oleh Persekutuan Pilot India, asosiasi lain yang juga mewakili pilot jarak jauh Air India. Bahkan, seorang pilot senior anonim mengatakan bahwa dirinya tidak mau terbang pada masa pandemi ini.

"Yang kami minta hanyalah prosedur keselamatan yang benar harus diikuti. Jika kami tidak memiliki APD dan proses disinfeksi yang tepat, kami mempertaruhkan keselamatan semua orang di pesawat, keluarga kami, dan penghuni bangunan tempat kami tinggal," kata surat yang dikirimkan ke kementerian itu.

"Kami dibandingkan dengan tentara dan itu sangat merendahkan. Anda harus memberikan perlengkapan yang tepat untuk prajurit Anda," tambahnya.

Para pilot menambahkan bahwa prosedur karantina 14 hari bagi orang yang baru kembali dari luar negeri tidak berlaku bagi para kru.

Dua surat yang ditulis oleh asosiasi pilot itu juga menyinggung soal tidak adanya kebijakan asuransi dan penyediaan tim medis untuk awak maskapai.

"Tim medis di seluruh India sekarang dilindungi oleh skema pemerintah, meskipun secara mengejutkan awak pesawat tidak," kata surat itu.

"Kami tidak membandingkan diri kami dengan staf medis, mereka benar-benar tentara garis depan. Tapi kami juga mempertaruhkan nyawa kami, dan asuransi hanya akan memberi kami ketenangan pikiran," lanjut surat tersebut.

Asosiasi juga menyoroti masalah tunjangan yang tidak dibayarkan kepada kru.

"Tunjangan terkait penerbangan kami, yang terdiri dari 70 persen dari total pembayaran kami, tetap tidak dibayarkan sejak Januari 2020. Ini sangat tidak adil," kata surat itu.

Ketiadaan tunjangan itu, menurut para pilot, bertentangan dengan kebijakan PM India Narendra Modi yang memerintahkan agar tidak memotong atau menahan gaji pegawai saat krisis.

"Saya akan ulangi lagi bahwa kita tidak keberatan melayani bangsa, tetapi kita membutuhkan gaji kita untuk dilindungi. Kita harus dapat menjaga keluarga kita," katanya.

Namun, semua tudingan itu dibantah oleh juru bicara maskapai. Pihak maskapai mengatakan bahwa karantina 14 hari juga berlaku bagi para kru. Sementara terkait gaji dan tunjangan, pihak maskapai mengatakan itu telah dibayarkan.

Air India telah dibebani dengan utang besar dan beberapa upaya penjualannya telah gagal. Namun demikian, maskapai ini sedang merencanakan operasi besar-besaran untuk mengevakuasi orang asing di India dengan biaya besar.



Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Bambang Soesatyo Memberikan Dukungannya Untuk Langkah SBY

Haris Hasanuddin Katakan Siap Bekerjasama Dengan Penyidik KPK

Direktur Utama Bank BNI Usung Obor Asian Games Sejauh 350 Meter