Erdogan Diprotes Menlu Selandia Baru Atas Politisasi Penembakan Chrishtchurch
Winston Peters, Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Selandia Baru, melakukan perjalanan menuju Turki guna bisa bertemu langsung dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyusul politisasi tragedi penembakan Christchurch.
Pada saat kampanye politik menjelang pemilihan umum 31 Maret mendatang, diketahui bahwa Erdogan menampilkan Video penembakan yang terjadi di Christchurch. Ia juga menggemborkan sentimen anti-Islam di hadapan pendukungnya yang konservatif dan mengancam akan membuat pelaku penembakan Christchurch membayar perbuatannya dengan berbagai cara.
Selandia Baru sendiri sudah menggelar pertemuan dengan Duta Besar Turki, tetapi Winston telah mengatakan tidak puas dan ingin menyampaikan sendiri akan protesnya terhadap eksploitasi duka negaranya untuk kepentingan politik dengan apa yang dilakukan oleh Erdogan.
Winston kemungkinan juga akan bertemu dengan anggota kabinet Erdogan ketika dia menghadiri pertemuan darurat Organisasi Kerjasama Islam di Istanbul, yang akan ditangani oleh Erdogan pada hari Jumat. Di antara pesertanya adalah para menteri luar negeri Iran, Libya, Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Sudan, Qatar, dan Somalia.
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengatakan Winston akan meminta klarifikasi segera.
"Wakil perdana menteri kami akan menghadapi komentar itu di Turki. Dia akan meluruskannya secara langsung,” kata Ardern kepada wartawan di Christchurch, dilansir dari laman The Guardian, Jumat (22/3).
Erdogan diketahui telah menggunakan rekaman serangan Christchurch setidaknya tujuh kali dalam demonstrasi pemilihannya sejak Sabtu, dan pada rapat umum baru-baru ini di mana dia berkata, "Anda akan membayar untuk ini. Jika Selandia Baru tidak membuat Anda membayarnya, kami akan melakukannya."
Dia kemudian menyeru Selandia Baru untuk kembali memberlakukan hukuman mati demi menghukum Brenton Tarrant, pelaku penembakan.
Sumber: akurat.co

Comments
Post a Comment